PRODI : Hukum Keluarga (HK1)
SEMESTER : 3 (Tiga)
MATA KULIAH : UTS METODE STUDI ISLAM
1. 1. Jelaskan pengertian Metode Studi Islam secara etimologi dan terminologi!
2. 2. Jelaskan secara singkat tentang pendekatan Sejarah dalam kajian studi Islam!
3. 3. Pendekatan dalam studi Islam tentunya memiliki banyak fungsi, sebutkan fungsi-fungsi tersebut beserta penjelasannya!
JAWAB :
1. 1. Menurut bahasa (etimologi) , metode berasal dari bahasa Yunani, yaitu meta (sepanjang), hodos (jalan). Jadi, metologi adalah suatu ilmu tentang cara atau langkah-langkah yang ditempuh dalam suatu disiplin tertentu untuk mencapai tujuan tertentu. Sedangkan secara istilah (terminologi), metode adalah ajaran yang memberi uraian, penjelasan, dan penentuan nilai. Hugo F.Reading mengatakan bahwa metode adalah kelogisan penelitian ilmiah, sistem tentang prosedur dan teknik riset.
2. 2. Sebelum memperhatikan pengertian dari Pendekatan secara utuh, perlu memperhatikan arti kata dari pendekatan itu sendiri. Pendekatan Secara etimologi adalah derivasi kata dekat, artinya tidak jauh, setelah mendapat awalan (pe) dan akhiran (an) maka artinya proses, perbuatan, cara mendekati dan usaha dalam rangka aktivitas penelitian untuk mengadakan hubungan dengan orang yang diteliti atau metode-metode untuk mencapai pengertian tentang masalah penelitian. Pendekatan dari sudut terminologi adalah cara pandang atau paradigma yang terdapat dalam suatu bidang ilmu yang selanjutnya digunakan dalam memahami agama. Dari keterangan di atas, dapat kita pahami bahwa pendekatan merupakan sudut pandang objek kajian yang akan digunakan dalam mengkaji apa saja yang akan ditelitinya dengan metode ilmiah.
Sejarah berasal dari bahasa Arab Syajarotun yang berarti pohon. Kata ini berkembang kemudian menjadi akar, keturunan, asalusul, riwayat dan sisilah. Dalam bahasa Inggris, kata sejarah dikenal dengan sebutan history, yang berasal dari bahasa yunani istoria yang berarti ilmu. Namun menurut kamus Bersar Bahasa Indonesia (KBBI) Sejarah mempunyi arti; 1. asal-usul (keturunan) silsilah; 2. kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau; riwayat; tambo: cerita; 3. pengetahuan atau uraian tentang peristiwa dan kejadian yg benar-benar terjadi dl masa lampau; ilmu sejarah. Dari beberapa arti di atas, Sejarah merupakan kejadian yang terjadi pada masa lampau, baik yang berkaitan dengan sosial, pendidikan, dan apapun yang benar-benar telah terjadi.
Dari hal inilah pendekatan sejarah dalam studi islam dapat diartikan sebuah sudut pandang objek kajian yang akan diteliti secara ilmiah dengan berdasar sejarahnya. Tentunya sejarah yang diangkat ke permukaan adalah sejarah terkait kajian islam yang menjadi objeknya. Dalam menyatakan teori pendekatan sejarah dalam meneliti harus benar-benar kukuh agar tidak terjadi munculnya teori pendekatan lainnya. Sebab munculnya pendekatan sendiri dalam sebuah rencana kajian studi islam menjadikan pengkrucutan sebuah cara memandang objek kajian tersebut. Sehingga ketika terdapat teori-teori lain akan mengembalikan kajian tersebut bersifat umum.
3. A. Fungsi rekreatif
Sejarah sebagai pendidikan keindahan, sebagai pesona perlawatan. Hanya pada fungsi rekreatif ini menekankan pada upaya untuk menumbuhkan rasa senang untuk belajar dan menulis sejarah. Kalau yang dipelajari berkait dengan sejarah naratif dan isi kisahnya mengandung hal-hal yang terkait dengan keindahan, dengan romantisme, maka akan melahirkan kesenangan astetis. Tanpa beranjak dari tempat duduk, seseorang yang mempelajari sejarah dapat menikmati bagaimana kondisi saat itu. Jadi, seolah-olah seseorang tadi sedang berekreasi ke suasana yang lalu.
B. Fungsi inspiratif
Fungsi ini terkait dengan suatu proses untuk memperkuat identitas dan mempertinggi dedikasi sebagai suatu bangsa. Dengan menghayati berbagai peristiwa dan kisah-kisah kepahlawanan, memperhatikan karya-karya besar dari para tokoh, akan memberikan kebanggaan dan makna yang begitu dalam bagi generasi muda. Karena itu, dengan mempelajari sejarah akan dapat mengembangkan inspirasi, imajinasi dan kreativitas generasi yang hidup sekarang dalam rangka hidup berbangsa dan bernegara. Fungsi inspirasi juga dapat dikaitkan dengan sejarah sebagai pendidikan moral. Sebab setelah belajar sejarah, seseorang dapat mengembangkan inspirasi dan berdasarkan keyakinannya dapat menerima atau menolak pelajaran yang terkandung dalam peristiwa sejarah yang dimaksud. Kaitannya dengan fungsi inspiratif, C.P. Hill juga menambahkan bahwa belajar sejarah dapat menumbuhkan rasa ingin tahu terhadap perjuangan dan pemikiran serta karya-karya tokoh pendahulu.
C. Fungsi instruktif.
Yaitu sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran. Dalam hal ini sejarah dapat berperan dalam upaya penyampaian pengetahuan dan keterampilan kepada subjek belajar. Fungsi ini sebenarnya banyak dijumpai, tetapi nampaknya kurang dirasakan, atau kurang disadari, karena umumnya terintegrasi dengan bahan pelajaran teknis yang bersangkutan.
D. . Fungsi Edukatif.
Maksudnya adalah bahwa sejarah dapat dijadikan pelajaran dalam kehidupan keseharian bagi setiap manusia. Sejarah juga mengajarkan tentang contoh yang sudah terjadi agar seseorang menjadi arif, sebagai petunjuk dalam berperilaku.
Pendekatan kesejarahan sangat dibutuhkan dalam studi Islam, karena Islam datang kepada seluruh manusia dalam situasi yang berkaitan dengan kondisi sosial kemasyarakatannya masing-masing.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar